Cerita Tentang Visi

Suatu saat sy pernah merasa bahwa terdapat suatu kadar pertemanan seseorang satu dan yg lain itu sangat berbeda dan beragam. Seseorang dapat sangat terbuka dan menceritakan banyak hal kepada orang 1 tetapi kepada orang 2 ia menutup diri. Seseorang bisa merasa sangat nyambung ketika ngobrol ke teman satu tetapi tidak nyambung ke teman yg lain. Seseorang bisa mengerti apa yg dimaksud oleh org satu dengan hanya melihat matanya, tetapi terhadap orang lain ia tetap tidak mengerti apa yang dimaksud bahkan sudah dijelaskan berkali-kali.

Seseorang berkata bahwa hal2 tersebut diatas disebabkan oleh suatu kimia yg tidak kelihatan dan dapat menghubungkan mereka lebih dekat atau biasa disebut chemistry. Chemistry ini muncul pada pembicaraan-pembicaraan umum dimana orang2 yang terlibat di dalamnya memiliki kesamaan nasib maupun minat. Chemistry boleh dikatakan sebagai bumbu perekat suatu hubungan, tetapi menurut saya hal tersebut hanya bersifat dangkal. Chemistry bekerja pada hal2 yang di permukaan saja, ketika menghadapi suatu permasalahan yang mendalam tidak ada lagi chemistry. Chemistry hanyalah suatu akal2an seorang playboy saja untuk dapat mengelabui mangsanya.

Visi sering dilupakan orang, namun sangat penting dalam suatu hubungan. Visi membicarakan hal yang lebih besar dan mendalam dari chemistry. Visi tersebutlah yang dapat membuat suatu pasangan dapat melakukan telepati tanpa bahasa, dan bahkan dalam jarak yang sangat jauh. Visi jugalah yang dapat menjelaskan seorang pacar yang ketika datang langsung ditolak mentah2 oleh kedua orang tua pacarnya. Visi jugalah yang dapat menjelaskan mengapa SBY memilih Boediono pada pemilu Presiden Indonesia tahun 2009.

Visi ialah sesuatu hal yang mendalam yang hidup dan tinggal dalam jiwa manusia. Visi bersifat abstrak, sehingga sulit dijelaskan. Mengetahui visi seseorang perlu suatu kejelian. Mengetahuinya dengan cepat dan tepat perlu suatu pengalaman dan kajian yg mendalam. Beberapa orang dapat melakukannya hanya dengan melihat mata, penampilan, atau kesan pertama, tetapi bagi beberapa orang lain mungkin tidak dapat mengetahuinya meskipun melakukan pembicaraan yang memakan waktu lama (berhari-hari).

Terdapat 3 poin penting bagi saya untuk menjelaskan tentang konsep Visi ini:
Visi sebagai fondasi kaderisasi, yaitu bagaimana seseorang hidup dan dibentuk dari pengalaman di masa lalunya (past).
Visi sebagai pandangan hidup, yaitu bagaimana seseorang memandang, mengatasi dan memaknai kejadian dalam hidupnya di masa kini (present).
Visi sebagai pengarah Impian, yaitu bagaimana seseorang bercita-cita dan mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya di masa depan (future).

Poin-poin visi tersebut menjadi topik utama cerita2 dalam blog ini disajikan dalam gaya cerita ringan namun menarik dan inspiratif. Tetap ikuti cerita-ceritanya dan jangan lupa kasi komentar yang positif ya teman2.. Terimakasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: