Muka Jodoh = Sevisi?

Kebanyakan jika ada teman yang mukanya mirip (beda org tua) itu pasti dibilang muka jodoh. Muka jodoh biasanya selain mukanya yang mirip juga punya banyak kemiripan yang lain, misalnya punya hobi yg sama dan umumnya jarang bertengkar. Diibaratkan mereka seperti anak kembar yang saling melengkapi satu sama lain.

Jadi pertanyaan apakah muka jodoh itu juga bisa dikatakan sevisi? bisa iya bisa ngga. Tergantung dari mana org memandangnya. Tetapi coba deh lakukan survey kecil2an di lingkungan Anda, caranya perhatikan 2 org yg punya muka jodoh trus perhatikan sifat2 mereka. Apakah punya kemiripan? Apakah saling melengkapi satu sama lain? Apakah mereka kompak?

Saya sendiri pernah melakukan survey itu ke beberapa teman. Hasilnya tidak terlalu. Mereka umumnya punya kesamaan ketertarikan sehingga kalau ngobrol enak nyambungnya. Dari cara berbicara dan tertawa mereka banyak kemiripan. Untuk sevisi biasanya harus saling mendengarkan satu sama lain, mereka umumnya suka memberi motivasi ke yang lain dahulu lalu introspeksi dan biasanya menemukan kata sepakat.

Susah2 gampang mencari pasangan/teman yg punya muka jodoh dengan kita. Kalau di serial HIMYM muka yg mirip ini disebut “Doppelgangers”, dari serial itu dikisahkan masing-masing tokohnya punya doppelgangers tetapi karakternya berbeda jauh. Misal arsitek dengan pemain wrestling, news anchor dengan lesbian, dll.

mirip ya..

Mirip euy

Oiya tidak lupa.. Penasaran bgt sama yg jadi bakal istrinya Barney Stinson siapa ya? Nora atau Robin? Mana yg muka jodoh? Hehe

Btw, kok lama2 gw perhatiin mukanya Barney kok mirip juga ya sama muka gw..
Sama2 ganteng.. Hehe

My Brand New G-Shock G-7900

Setelah lama menabung dan menunggu..

Baru-baru ini saya menyadari bahwa untuk mencapai atau menikmati suatu hasil itu butuh kerja keras, kesabaran dan doa. Setidaknya 3 hal tersebut.

Mengapa butuh 3 hal tersebut?

Kerja keras itu sudah pasti, kebanyakan orang hanya menginginkan hasil instan tanpa bekerja. Padahal dengan bekerja (keras) kita dapat melatih otak, fisik, dan mental kita menjadi lebih kuat dalam hidup. Bila tidak bekerja, otak, fisik, dan mental akan ber-angsur melemah dan menjadi “beku”. Sulit untuk memanaskannya kembali kalau sudah beku.

Kesabaran, hal ini sering juga dilupakan. Suatu hasil yang baik akan didapat dari kesabaran. Kesabaran disini ialah ketekunan menjalankan hal yang baik dan benar dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun. Contoh, untuk membeli suatu barang sebaiknya dianggarkan dan direncanakan secara benar dan butuh kesabaran. Sebaiknya uang tabungan itu dipotong di awal bulan, bukan dipotong di sisa akhir bulan. Kesabaran melakukan hal yang baik dan benar secara tekun mudah-mudahan mendapatkan berkah pada akhirnya.

Doa, kita manusia hanyalah debu dialas kaki Tuhan. Tuhan ialah maha besar dan mulia. Manusia bekerja dan bersabar maka dengan berkat Tuhan semuanya akan berhasil.

Sampai pada akhirnya..
Bersyukur dapat merasakan nikmatnya hasil kerja sendiri..

*****************************************************************************************************************************************************************************

CASIO G-SHOCK LAUNCHES NEW G-RESCUE G7900
Inspired by Search and Rescue Teams

Dover, NJ, August 5, 2009 — Casio America, Inc. proudly introduces the G-RESCUE G7900 a new model from its shock and water resistant G-Shock watch line. Making its first appearance in the U.S. market, the G7900 derives its inspiration from search and rescue teams worldwide.

The new G7900 digital watch features a trendy big case with superior hexagon protection, made by 4 large screws on the bezel and side to form a superior line of defense. The largest buttons in G-Shock history improve button operability, even while wearing gloves. For a high performance fit and superior shock resistance, the G-RESCUE features back case shock absorbers to stabilize the watch and protect case from impact.

“The G-RESCUE G7900 is a new shape for the G-Shock family of watches, but embraces classic G-Shock technology,” said Shigenori Itoh, Vice President of Casio’s Timepiece Division. “We are excited to deliver technologically advanced, rugged products to the fashion conscious, yet active man”.

Additionally, the G-Rescue features low temperature resistance, able to withstand temperatures as low as -4°F.

Other amenities include shock resistance, 200M water resistance, moon and tide graph, auto EL backlight, flash alert, world time, four daily alarms, 1/100 second chronograph and 12/24 formats.

In three trendy color combinations, rugged black (G7900-1), eye-catching white (G7900A-7) and vibrant red (G7900A-4).

G-shock G-7900

*****************************************************************************************************************************************************************************

Visi & Misi

Evaluasi dari visi kemarin yang ngga selesai maka saya membuat visi baru..

Tapi sebelum para pembaca blog Mister Ade tau visi barunya apa, baiknya baca dulu artikel dari Prof. Rhenald Kasali berikut ini. Artikel ini juga yang menyadarkan saya bahwa perlu evaluasi dan tindakan perubahan!

**********************************************************************************************************************************************************************************************************************

Visi Misi – Jawapos 10 Oktober 2011
“Mendaratkan manusia ke bulan dan membawa mereka kembali ke bumi dengan selamat pada akhir dekade ini. “ Tebaklah siapa yang membuat pernyataan ini?

Benar! Itulah vision statement yang diajukan John F. Kennedy sebelum ia terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Dan Andapun tahu apa yang ia lakukan selama masa jabatannya. Dalam beberapa kesempatan ia berulang-ulang menyebutkan alasannya. “Kita memilih terbang ke bulan, bukan mendaki gunung karena itu sulit dan kita tidak ingin membiarkan Uni Soviet melihat bumi Amerika dari atas langit kita,” ujarnya.

Visi dan Misi kini telah menjadi jargon sehari-hari masyarakat, dan selalu muncul saat Pilkada sampai Pilkate (Pemilihan Ketua RT). Dan anehnya, tak satupun visi para pemimpin diingat masyarakatnya. Saya curiga, jangan-jangan para pemimpin sudah lupa dengan vision statement yang mereka buat sendiri karena terbukti hasil yang mereka capai jauh dari yang mereka janjikan dan mereka melupakan janji-janjinya. Lagi pula mengapa Visi itu cuma diucapkan selama pemilihan?

Jelas dan Singkat
Mungkin juga semua terlupa karena apa yang dibuat adalah pernyataan yang klise, asal-asalan, dan bahkan terlalu kompleks. Disebut klise karena Visinya terlalu umum, jauh sekali, mengambang, dan sulit dipegang.

Perhatikanlah janji Kennedy di atas. Ia mengungkapkan Visinya begitu spesifik sehingga mudah diingat dan membawa semua staf fokus ke satu tujuan yang riil, jelas dan menembus batas keragu-raguan. Sama seperti yang diucapkan almarhum Steve Jobs:” An Apple at every desk” (Satu Apple pada setiap meja).

Lantas bandingkanlah dengan vision-vision statement berikut ini. Presiden SBY:”Terwujudnya Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur” Di lain berita saya membaca visinya sebagai berikut:”Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan.” Saya tidak tahu persis mengapa keduanya berbeda.

Namun secara umum dapat dikatakan Visi para pemimpin masih belum spesifik dan sulit dibedakan. Lihatlah apa yang menjadi Visi Ibu Megawati: ”Gotong royong membangun kembali Indonesia raya yang berdaulat, bermartabat, adil, dan makmur.” Atau pasangan JK-Wiranto:” Indonesia yang adil, mandiri, dan bermartabat.” Susah ya membedakan Visi mereka! Jangan-jangan para pemimpin benar-benar belum paham arti pentingnya mengelola masa depan secara strategis melalui Visi – Misi.

Di dalam bisnis, Visi – Misi adalah hal yang biasa. Kalau usaha Anda sekedar UKM, Anda belum memerlukan visi-misi. Sasaran utama Anda adalah sekedar survive. Seingat saya, perusahaan saya yang mati sebelum berkembang adalah perusahaan yang dipersiapkan sungguh-sungguh dengan visi-misi yang sangat ideal. Namun namanya juga usaha kecil yang masih baru dimulai. Ia masih sangat lemah dan belum jelas betul mau kemana. Pernyataan Visi – Misi itu dibantu konsultan. Ini namanya dokter diobati dokter. Usaha saya yang maju adalah justru yang dibangun dengan kerja keras tanpa pernyataan tertulis tentang Visi – Misi. Sekarang, setelah berkembang barulah saya memikirkannya. Maklum saja, karyawan mulai banyak, dan para eksekutif perlu diarahkan pada kesatuan bertindak.
Saya lalu membuka-buka berbagai visi Misi yang telah dilakukan tokoh-tokoh besar. Uniknya, semakin besar, vision statement mereka semakin simpel.

Mudah Diingat
Sekarang lihatlah apa yang dinyatakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Mereka jelas mampu membedaan Visi dengan Misi. Disney misalnya cukup menyatakan visinya:“ To make everybody happy.” Canadian Cancer Society:” menciptakan dunia dengan tidak ada satupun warga Canada yang takut terhadap kanker.” Bill Gates: A computer on every desk”, sedangkan perusahaan-perusahaan (Microsoft) mengatakan :” Keajaiban software dengan kekuatan internet dengan piranti lintas dunia.” Atau Nokia:” Connecting people and very human technology.” Demikian pula Google: “ To develop a perfect search engine.”

Rumus-rumus Visi yang simple mudah diingat dan menggerakkan manusia. Andapun bisa membuat karyawan-karyawan Anda mudah menjalankan Visi Anda dengan kalimat-kalimat pernyataan Visi yang simpel. Saya punya banyak contoh vision statement perusahaan-perusahaan lokal, namun mohon maaf tidak muat saya tulis di kolom ini karena panjangnya minta ampun. Kalimat-kalimatnya tumpang-tindih, kelihatan pemimpin-pemimpin kita tidak artikulatif dan terperangkap menjelaskan usaha-usahanya yang banyak maunya.

Harap diingat vision statement yang baik mampu menjelaskan Visi pemimpin yang energizing, mudah diingat, realistik, dan membedakan Anda dari yang lain. Visi tidak bisa dipisahkan dari misi, tata nilai dan perilaku, serta action plan. Kalau setiap pemimpin memahami apa yang ia inginkan dan bisa menjelaskannya dengan baik, niscaya warganya akan mendukung dan rakyatnya sejahtera.

Rhenald kasali
Guru Besar Universitas Indonesia

**********************************************************************************************************************************************************************************************************************

Mungkin memang benar perkataan Prof. Rhenald, visi hidup saya kemarin rada kurang jelas, kurang fokus, dan kebanyakan. Jadinya kelabakan.. Visi saya skrg saya buat lebih simple, mudah2an bisa terlaksana dan lebih penting lagi bisa membuat saya lebih bersemangat dalam hari2 saya kedepan. Amin.

Visi saya: Membuat kedua orang tua saya bangga.

Urgently Need: Personal Secretary

Sebuah perusahaan bervisi di Bandung membutuhkan seorang yang berbakat untuk menjadi sekertaris

Kriteria:
Wanita
Berpenampilan menarik
Punya semangat kerja tinggi
Siap diajak kerja sama
Jujur
Memiliki keahlian dalam hal mengelola dokumen dan keuangan

Jobdesk:
Mengelola dokumen dan keuangan dengan baik dan jujur
Personal reminder bagi rekan kerjanya

Bagi yang memenuhi persyaratan silahkan mengirimkan CV dan foto ke: sandalayuk@yahoo.com sebelum 31 Desember 2011

Ten Times Better

Membaca teks pidato Steve Jobs dibawah ini sangat menggugah diri saya. Betapa saya terkagum terhadap seseorang yang memiliki jiwa besar, kesabaran, dan visi. Saat terjatuh disitulah kita diberi kesempatan (untuk bangkit).

Harus lebih semangat, lebih mantap memperbaiki diri, untuk mencapai 10 kali lebih baik dari kemarin. “Percaya bahwa janji Tuhan datang tepat dan indah pada waktunya.”

*****************************************************************************************************************************************************************************

Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University: “Stay Hungry, Stay Foolish”

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah.
Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir.
Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya.
Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.”
Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya.
Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan.
Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.
Saya beri Anda satu contoh: Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya.
Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.
Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu.
Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.
Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya.
Dalam satu tahun pertama, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.
Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley.
Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.
Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai.
Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.
Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada.
Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan.
Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.
Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor.
Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi.
Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya.
Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda.
Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park , dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya.
Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.
Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.***

*Diterjemahkan oleh Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia

Kita Bangun Negeri by Kahitna

Play:
http://www.4shared.com/embed/706045532/d2e25e15

Berjuang bukan hanya bersuara
lebih berarti dengan karya nyata

Reff:
Ooo..eya..eyo
kita bangun negeri ini kawan
Ooo..eya..eyo
eya..eya..eyo…

Sadarkah hai teman
tentang arti berjuang
Ingatkah hai teman
jaman telah berubah

Tantangan dan rintangan
yang kini kita hadapi
tidaklah semudah bicara

Berjuang bukan hanya bersuara
lebih berarti dengan karya nyata

Ayolah bangkit
kita bangun negeri
Ukir dengan ilmu
kita raih prestasi
Buang budaya dengki
binalah persatuan
Maju Indonesia tercinta

Download: http://www.4shared.com/audio/XrSkiwHx/Kahitna_-_Kita_Bangun_Negeri.html

Sedikit Lebih Niat Lah!

Sering kita bila menghadapi suatu tugas kita sering merasa malas dalam mengerjakannya. Seiring kemalasan kita akhirnya tugas-tugas tersebut menumpuk menjelang deadline-nya. Nah, pada saat menjelang deadline pengumpulan tugas baru deh tugas-tugas itu dikerjakan. Bisa ditebak bahwa hasil-nya pasti kurang maksimal jika dibandingkan dengan tugas yang mulai dikerjakan dari jauh-jauh hari.

Tau ga teman-teman, waktu yang paling baik untuk mengerjakan tugas ialah saat tugas itu diberikan. Kenapa? Karena kita masih bisa langsung bertanya ke si pemberi tugas tentang kelengkapan tugas itu. Kita bisa langsung menanyakan maksud dari tugas yang diberikan. Bila tugas yang diberikan dapat langsung diselesaikan saat itu juga, maka lakukan. Demikian juga halnya dengan tugas-tugas lainnya yang dirasa agak berat/susah, selesaikan segera hari itu juga.

Tugas-tugas yang dirasa agak berat bila harus diselesaikan dalam hari tersebut sebaiknya di-cicil sedikit demi sedikit sehingga tugas-tugas tersebut tidak menumpuk. Segera kerjakan bila ada waktu lowong, jangan sia-siakan waktu tersebut karena dengan manajemen waktu yang baik seseorang dapat mengerjakan banyak hal dalam hidupnya. Dengan menerjkan banyak hal tersebut, ia mendapat lebih banyak pengalaman dan kesempatan yang memberi warna dalam hidupnya. Hidupnya jadi lebih bersemangat dan berguna bagi sekitarnya.

Kenapa ya biasanya niat itu muncul saat menjelang deadline? Kenapa niat itu muncul ketika ada paksaan dari luar? Bila teman2 ada yang punya kebiasaan tersebut, maka segeralah ubah kebiasaan buruk itu. Hal ini karena tidak semua pemberi tugas akan puas dengan hasil pekerjaan yang dikerjakan dengan setengah niat tersebut. Sebaiknya setiap tugas yang datang dianggap sama pentingnya dan dikerjakan dengan niat yang sama, yaitu sedikit lebih niat.

Walaupun dengan sedikit niat tapi hal itu bisa sangat berpengaruh lho. Contoh kecil saat beres-beres kamar, bila tidak diniatkan dan tidak dikerjakan dengan niat maka pasti masih kotor; contoh lain saat mengerjakan aplikasi lamaran kerja dengan setengah niat maka sulit akan berhasil kedepannya; dll.

Mana yang lebih niat? Mana yang lebih bagus?

Bagaimana menumbuhkan niat itu? beberapa cara yang saya tawarkan, awalnya sadar bahwa setiap tugas yang datang ialah sama pentingnya, kerjakan sesegera mungkin, biasakan selesaikan pekerjaan saat tugas diberikan. Kemudian miliki rasa ingin tahu yang tinggi, tanyakan kenapa dan bagaimana pada hal-hal yang ditemukan di lapangan, misal kenapa parasetamol dapat menyebabkan gangguan hati? bagaimana mekanismenya? dan seterusnya. Lakukan revisi tugas, jangan sungkan bertanya pada pemberi tugas atau teman, berdiskusi akan menambah saran dan masukan yang baik untuk menyempurnakan tugas tersebut.

Pada akhirnya tugas itu akan selesai dengan baik dan sempurna, si pemberi tugas merasa puas dan gembira.
Merupakan kebahagiaan tertinggi yang dirasakan seseorang, bila dapat membahagiakan orang lain.
Feel it free and continously, and your life will cheerful and happy 🙂

Lakukanlah Sesuatu

Visi hanya menjadi sekedar Visi, jika tanpa tindakan.

Hal itu menjadi selaras dengan apa yang dikatakan Kamus Bahasa Inggris karangan Echols dan Shadily: Visionary —> Pelamun, Penghayal kosong.

Mana yang lebih kamu pilih? Seorang Visioner atau Eksekutor?
Pada awalnya memang saya pikir menjadi visioner itu oke juga, karena seakan-akan mengagungkan kekuatan pikiran dan fokus pada tujuan. Seakan kita memasang kacamata kuda untuk diri kita sendiri tidak boleh ada halangan merintang, semua bisa dilalui, pantang mundur bila belum sampai di tujuan.

Tapi semua itu menjadi sia2 bila visi tanpa tindakan. Ya lagi-lagi saya harus mengulangi ini. #Damn, It’s True!

Vision: Brave enough?

Seorang eksekutor seringkali juga asal bertindak, salah bertindak yang menyebabkan kerugian bila tanpa dipikir matang dahulu tindakannya. Bertindak saja tanpa visi bisa-bisa salah arah, malahan bisa terjerumus.

Seharusnya kedua hal tersebut dapat berjalan beriringan. Caranya dengan merumuskan visi di awal, tapi diawal merumuskan visi itu jangan cuma asal nempel visi di dinding kamar. Harus berkomitmen bersamanya dengan tindakan nyata, tujuannya untuk mewujudkan visi itu. Mulailah dengan tindakan kecil, tapi rutin. Trus tegas dengan diri sendiri kalau harus mengerjakan dengan sungguh-sungguh.

Visi yang baik juga jangan banyak-banyak di waktu bersamaan. Memang keinginan manusia banyak, banyak hal yang ingin diraih ketika muda, tapi harus ingat kemampuan sendiri.

Tanyakan kepada diri sendiri, “Apa saya bisa mengerjakan semua visi itu dengan maksimal bila dikerjakan pada saat yang bersamaan?”

Kerjakan mulai dari kebutuhan prioritas dulu, ketika hal itu selesai, teruskan ke visi berikutnya. Step by step, but it can make a little pride for yourself because that you can make a big leap for it. (Contohnya ini: Sok-sok ngeblog pake English, padahal masih belajar, but proud for you because you can make it for this day)

The little step that you do now (today) is really important because that’s part of a large puzzle vision. Just do your best today, then make it daily. Promise!

Execution: A little step that can change your life

Ari Lasso ft. Ariel Tatum – Karena Aku T’lah Denganmu

Aku tak suka selalu saja
Kau sebut-sebut namanya saat kita bicara
Aku tak ingin, tak ingin mendengarnya
Kau bawa-bawa namanya saat berdua denganku

Maafkan aku membuatmu tak suka
Karena aku tlah denganmu
Bukan maksudku membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja

Tak akan lagi, takkan terulang lagi ooh
Membawa-bawa namanya saat berdua denganmu

Maafkan aku membuatmu tak suka
Karena aku tlah denganmu
Bukan maksudku membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja

Maafkan aku bila kau tak suka
Maafkan aku membuatmu tak suka, aku tlah denganmu
Bukan maksudku bukan maksudku membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja

***********************************************************************************************************************************

***********************************************************************************************************************************

***********************************************************************************************************************************

Masterpiece

Tulisan ini pengennya sih di posting tanggal 6 september kemarin cuma saya ingin menunggu sampai kunjungan blog sampai menembus 6000 klik :p hehe

Pernah ga kalian jalan2 ke luar negeri? (saya sendiri belum pernah) Kalau saya perhatikan disana banyak sekali bangunan2 keren nan megah (contoh La Sagrada Familia di Barcelona). Belum lagi para pendatang yang terkagum-kagum dengan sistem dan tata kerja manusianya yang tertata rapih dan sangat baik. Kapan ya saya kesana, saya ingin melihat sendiri bangunan2 itu secara langsung, sembari berharap ada aura kedahsyatan yang tertular ke dalam jiwa.

Oleh wikipedia, masterpiece dijelaskan ialah ..

Masterpiece (or chef d’œuvre) in modern usage refers to a creation that has been given much critical praise, especially one that is considered the greatest work of a person’s career or to a work of outstanding creativity, skill or workmanship.

Ialah karya yang telah dibuat seseorang dalam hidupnya dengan kreativitas, skill, dan kerjasama tinggi. Ialah karya yang diakui dan mendapatkan banyak penghargaan. Sebenarnya sih, ngga usah jauh-jauh berkelana ke tanah Eropa untuk melihat mahakarya, di Indonesia sendiri banyak sekali mahakarya bangsa kita yang diakui dunia. Namun, kita sendiri melupakan dan tidak dijaga dengan baik, contoh Candi Borobudur yang banyak kepala Budha-nya hilang atau banyak coretan2/sampah, dll.

Masterpiece dalam pembuatannya biasanya lama sekali karena pembuatnya ingin karyanya sempurna, mempelajarinya butuh waktu bertahun2 (>10000 jam), beribu-ribu inspirasi dan berjuta2 pergerakan. Saya sendiri ialah masterpiece dari Papa & Mama. Oleh karena itu, sy ingin membuat masterpiece sendiri. Sebenernya tidak usah juga berfikir keras membuat karya seperti candi Borobudur, tapi dari perilaku kita sehari2 saja, misal mengerjakan tugas semaksimal mungkin, inisiatif bekerja tanpa tunggu disuruh, berbagi kebaikan kepada sesama, dll.

Saya yakin apabila kita membiasakan berperilaku ber-masterpiece maka akan terbentuk suatu kebiasaan yang masterpiece, yang akan melahirkan suatu karya yang masterpiece! 🙂

“Ber-masterpiece-lah sekarang, lalu jadilah seorang Masterpiece.”