Haruskah Kita Sevisi?

Dari seluruh kisah visi yang telah kita kaji selama setahun kemarin.. Tibalah kita berhadapan pada suatu pertanyaan utama. “Haruskah kita sevisi?”

Bosan juga selama setahun kemarin ngomongin visi aja kerjanya.. ngga ada yg lain apa?

Oke kita mulai dari awal ya, tahun lalu kan saya punya visi untuk lulus apoteker. Walaupun jalan tersendat dan jatuh bangun, visi itu harus tetap diwujudkan. Dan akhirnya visi itu pun terwujud. Visi buat saya seperti oli (yang melicinkan perencanaan) dan seperti lilin (yang selalu memberi harapan dalam kegelapan). Inilah 2 alasan kenapa saya ingin berbagi cerita tentang visi.

Semakin banyak teman kita yang sevisi maka rencana mewujudkan visi itu sendiri akan senantiasa indah dan punya harapan.

Visiku selanjutnya: Punya banyak teman yang lapar akan kontribusi untuk bangsa. Ada yg mau jadi temanku? Eh, teman atau sahabat ya? Deus kan SGPT-TPS (Si Ga Punya Teman, Tapi Punya Sahabat) Hehe :p

About Mister Ade

Keluar dari zona nyaman

Posted on 27/04/2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: