Dari Ngga Punya Visi Menjadi Punya Visi (Great)

Kadang orang tidak menyadari seberapa besar potensi yang terdapat pada dirinya. Orang tidak mau bermimpi karena sudah pesimis duluan mimpi yang dia idamkan terlalu muluk, sulit digapai, sulit diwujudkan. Saya sendiri berkata “tidak ada yg tidak mungkin (apalagi bila kita bersama dengan Tuhan)”

Salah seorang yang amat saya kagumi, Ibu Karen Agustiawan (Wanita pertama yang menjadi Dirut Pertamina dan juga termuda) berkata pada satu acara, hal yang paling pasti harus diingat bagi anak muda bila ingin mengubah Indonesia ialah kuasai pada keahlian (fokus) dan buat terobosan (determinasi). Saya merasa itu betul sekali. Dalam bahasa saya sendiri kedua hal tersebut saya ringkas menjadi 1 kata = VISI.

Kenapa visi? Biar ada gambaran mari kita melihat kekuatan visi dalam merancang masa depan kita.

Dalam teori visi hanya ada 2 kondisi waktu: sebelum visi dan setelah visi.



Tanpa kita sadari hidup kita sebelum visi menunjukkan grafik turun, sedangkan hidup setelah visi menunjukkan grafik menaik. Hal ini sejalan dengan prinsip yang diutarakan Prof Rhenald kasali dalam buku Change: “Ingatlah, kalau jalan Anda terasa berat, itu tandanya Anda sedang mendaki naik. Sebaliknya, kalau jalan Anda lancar dan enak, berhati-hatilah karena itu pertanda Anda sedang menurun.”

Merumuskan visi menjadi momentum perubahan diri sendiri. Perubahan itu sendiri dimulai dari titik berkomitmen dengan visi. Berkomitmen dengan visi harus serius, biar lebih khusyuk, sebaiknya dilakukan dengan suatu ritual misal menulis visi di dinding kamar, tulis di status FB, berdoa khusus pada Tuhan, bernazar, dll. Menentukan visi seharusnya sampai melampaui batas keinginan, namun sebaiknya yang terukur dan sesuai kemampuan. Misalnya: visi mencapai Toefl score sempurna; dapat IP = 4; lulusan terbaik fakultas; menguasai 2 bahasa asing dalam waktu 6 bulan; jadi topscorer turnamen sepak bola; juara 1 lomba menulis; rekor ngga boleh telat dlm waktu 1 tahun; capaian melebihi target kerjaan; kerja di perusahaan asing; kenalan dgn cewe cantik di 2 fakultas berbeda, dll.

***********************************************************************************************************************************

Setelah kita merumuskan visi sendiri, hal terutama yang dilakukan selanjutnya ialah mewujudkan visi tersebut. Yang membedakan kita dengan yang orang lain ialah kita punya visi (Good), tetapi kita menjadi lebih hebat lagi bila mampu mewujudkannya (Great).

Suatu hal baik bila hanya disimpan bagi diri sendiri itu hanya akan menjadi baik (Good), tetapi bila kamu dapat mengajarkan dan menginspirasinya sehingga orang lain pun dapat merasakan dan meraih visinya dengan sukses maka hal tersebut akan menjadi hebat (Great).

“One of the greatest barriers to being great is being good enough”

***********************************************************************************************************************************

About Mister Ade

Keluar dari zona nyaman

Posted on 06/04/2011, in Cerita Tentang Visi (Pandangan Hidup), Inspirasi Diri. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: