Tips Menyatukan Beda Visi

Menjelaskan kalimat judul tulisan tersebut, saya akan menganalisisnya dari kata pembentukannya (dari kanan ke kiri):

1. VISI
Suatu saat saya bertemu dengan seorang bapak yang menjadi pengurus suatu panti asuhan. Saya juga tidak menyangka mendapatkan penjelasan dengan wawasan pengetahuan yang demikian berharga dari beliau.

Beliau bercerita tentang banyak hal tetapi yang paling saya ingat ada 3 cerita. Yang pertama, ia bercerita tentang panti yang sedang direnovasi. Beliau melanjutkan, tentang tukang yang pada saat bekerjanya mesti dikontrol/ diawasi supaya pekerjaannya menghasilkan hasil yang berkualitas dan sesuai harapan. Beliau mengomentari bahwa orang Indonesia berbeda karakter dengan bangsa lain (misal Jepang) yang meski tidak dimandor ia akan tetap mengusahakan bekerja dengan maksimal dan mengupayakan hasil yang berkualitas. Yang kedua, ia menceritakan tentang awal mula dan keberjalanan panti asuhan yang sedikit berbeda jalur dengan dinas sosial. Beliau berkomentar tantang kurangnya pertanggungjawaban janji dan kepedulian pemerintah terhadap rakyat miskin. Di awal kampanye, mereka menjanjikan beras murah, sekolah gratis, biaya kesehatan gratis, dll. Namun apa hasilnya sampai sekarang, tidak ada. Yang ketiga, tentang Gajah mada dan sumpah palapa. Gajah mada bersumpah bahwa ia tidak akan mencicipi buah palapa sebelum nusantara bersatu. Ia berkomentar sudah jarang pemimpin yang berjiwa seperti gajah mada, mau berkorban untuk kemajuan bangsa.

Dari 3 cerita tersebut ada 1 kata yang menghubungkan, kata itu adalah VISI. Tukang itu belum punya visi (mental) menghasilkan karya yang baik makanya perlu selalu diawasi supaya kerjaannya bagus; sekali mandornya pergi ia pun lalai mengerjakan dan malas-malasan. Pemerintah kurang punya visi yang kuat dan tidak transparan. Tidak ada kesatuan visi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga keduanya bekerja sendiri-sendiri, tidak bekerja sama secara sinkron. Mungkin saja visinya sudah baik, namun bila tidak ada keinginan dan mental yang kuat (seperti Gajah mada) dari pemimpin tersebut maka ia pun akan terbawa arus buruk dan perubahan yang diimpikan pun tidak terlaksana.

2. BEDA VISI
Dari ketiga cerita diatas, semuanya menceritakan tentang adanya perbedaan visi diantara orang-orang. Beda visi itu yang menyebabkan perbedaan cara pandang dan perbedaan rasa dalam jiwa mereka, ada rasa ketidaknyamanan. Beda visi ini seringkali terbentuk dalam hubungan antarpersonal termasuk hubungan yang lebih besar.

Menurut saya, perbedaan tersebut terutama dan paling utama disebabkan oleh tidak adanya komunikasi (yang transparan). Masing-masing mementingkan kepentingannya sendiri, pun juga tidak ada kejujuran lagi. Penyebab lain disebabkan perbedaan pola pikir dari kehidupannya di masa lalu.

3. MENYATUKAN BEDA VISI
Manusia yang berpendidikan dan beragama pastilah punya keinginan membangun bangsanya, mensejahterakan lingkungannya, kalau tidak percuma aja sekolah kalau tidak punya moral. Orang-orang inilah yang punya kewajiban untuk membangun visi, menyadarkan sesamanya, untuk bekerja bersama dalam rangka pembangunan bangsa. Semakin lama perbedaan visi ini dibiarkan, maka semakin jauh juga keterpurukan bangsa kita dari bangsa lain.

Menyatukan perbedaan visi punya banyak keuntungan daripada visi sendiri-sendiri. Pertama ialah memudahkan pekerjaan, karena dikerjakan bersama jadi lebih mudah. Kedua ialah waktu pengerjaan lebih cepat, karena dikerjakan bersama jadi lebih cepat. Ketiga memudahkan kerja sama di masa datang, karena sudah sevisi jadi sudah tau kerjaan masing2 dan lebih gampang ngaturnya. Keempat menjaga hubungan interpersonal dan kepercayaan satu sama lain. Kelima ketika bencana atau lawan datang menerjang maka lebih solid dan mudah mengalahkan lawan, ketika masih beda visi justru malah lawan yang menang dan sangat mudah diporak-porandakan. Dan banyak keuntungan lain.

4. TIPS MENYATUKAN BEDA VISI
Pengen kan merasakan banyaknya keuntungan dari hubungan yang sevisi. Untuk itu kita perlu menyatukan visi kita, beberapa cara berikut ini bisa dilakukan:
a. Cari target yang tepat.
b. Bangun komunikasi 2 arah yang baik.
Saat ngobrol dan coba selipkan beberapa kata2 dari visi dalam obrolan. Misal: pengen tau org itu suka travelling, maka coba selipkan kata2 jalan2 atau wisata atau kuliner, dll. Kalau dia tertarik maka akan tercipta komunikasi yang baik. Biasanya org lebih tertarik bila membicarakan hal kesukaannya.
c. Gunakan gaya bahasa soft-persuasif dalam mengutarakan visi.
Misalnya, akan lebih baik bila kamu dapat rangking 1, bagus banget kalau kita dapat IP = 4, mungkin lebih baik jika lantai ini bersih, mungkin lebih enak dilihat bila rambut kamu diikat, dll.
d. Selalu jaga kepercayaan (trust) satu sama lain.

TES KITA SEVISI
Org2 yang sevisi biasanya sepaham dan otaknya terbentuk suatu signal2 dengan frekuensi tertentu yang sama. Semakin sama frekuensinya, semakin kuat sinyalnya. Kita bisa ngetes kekuatan sinyal kita sevisi dengan cara:

Tes kekuatan sinyal:
– Mata tidak ketemu mata, tatap dengan tatapan yang kuat. Bila menoleh, maka ada sinyal.
– Mata ketemu mata, lalu bicara dalam hati tentang suatu hal. Cek reaksinya.

Tes kita sevisi:
– Tanya pertanyaan random. Misal pertanyaan ttg mimpi kedepan atau tes kecocokan pasangan dari majalah2, dll.
– Masuk dalam lingkungan dekatnya dan perhatikan pembicaraan yang berlangsung didalamnya.

Menyatukan visi mungkin bagi beberapa orang sangat sulit dilakukan, namun bagi yang telah menjalankannya menikmati hasilnya dengan sukses. Menentukan dan menyatukan visi menghasilkan keuntungan yang besar, baik bagi diri sendiri maupun org lain. Tips menyatukan visi ini dapat diaplikasikan ke segala kondisi (semacam prinsip negosiasi lah), misalnya bekerja sama menyelesaikan proyek dengan orang2 baru, teknik presentasi, berhubungan dengan atasan/bawahan, melamar cewek pujaan, dan lain-lain.

Prinsip ilmu sapu lidi: bila satu lidi mudah dipatahkan tetapi bila terdapat gulungan lidi sangat sulit dipatahkan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

About Mister Ade

Keluar dari zona nyaman

Posted on 02/04/2011, in Inspirasi Diri. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. tips yang menarik…

    beberapa komentar dari sy:
    – dari 4 poin tips menyatukan visi, utk poin (a) cari target yg tepat, apa maksudny target = orang, mgkn ini yg menarik bila lebih dijabarkan lg maksudny, cara mencari target atau org yg sevisi dengan kita
    – utk poin yg lain (b, c, d) kykny ga jauh2 dr prinsip2 Dale Carnegie, hahaha…
    – yang menarik juga coba dikupas trik2 menegosisasikan visi, mempengaruhi yg lain agar mengikuti visi kita, menyusun visi bersama dari pribadi dengan beda karakter, dll

    Salam,
    arn

  2. Mister Ade

    untuk mencari target ya liat dari karakter fisiknya dulu.. bisa perseorangan atau dalam masyarakat, dll
    liat yg paling sesuai dgn keinginan hati..
    hati akan menuntun, bila hati mengatakan tidak maka akan sulit menjalaninya..

    secara dale carnegie itu guru gw gitu loch.. hehe

    buat trik2 menegosiasikan visi harus punya rasa entuastik sekaligus optimis.. selain itu banyak2 berdoa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: